Andalkan Surat Keterangan Lahir Untuk Cairkan Dana BOS

te1

BOGOR (Pos Kota) –  Biaya pembuatan akte kelahiran di pelosok desa di Kabupaten Bogor dinilai masih memberatkan warga miskin. Sebagai gantinya  warga mengandalkan surat keterangan kelahiran sementara yang dikeluarkan kantor desa setempat.

Seperti yang diakui beberapa warga di Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur juga mengeluhkan tingginya biaya pembuataan akte kelahiran. “Ongkosnya mahal. Bila diurus oleh staf desa, biayanya Rp 270 ribu, sedang mengurus sendiri takut diping pong, malah nanti lebih mahal,” kata Ny. Nurbaeda, warga setempat, Minggu.

Mahalnya ongkos biaya pembuatan akte kelahitran, plus ketidaktahun prosedur pengurusannya membuat ibu empat anak lebih memilik surat keterangan kelahiran yang bianya cuma Rp 20 ribu. “Surat ini buat ngurus anak mencairkan  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan mendaftar sekolah nanti,” tambhanya.

Keluhanan serupa diakui Ketua RT.002/06, Desa Sukalayu, Kecamatan Tamansari, Nunung yang mengatakan, di wilayahnya terdapat 70 keluarga yang anak-anaknya belum memiliki akte kelahiran.  Warga berlasan jauhnya Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  (Didukcapil) di Kecamatan Cibinong  sehingga membutuhkan ongkos tinggi.

“Jika mengurus sendiri mulai dari kantor desa, kecamatan hingga Kantor Disdukacpil mebutuhkan biaya minila Rp250 ribu. Lantaran mahalnya itulah warga menggantinya dengan surat keterangan kelahiran,” ujarnya. Dia berharap, Bupati Bogor  membuat kebijakan   dengan dibukanya pelayanan  akte kelahiran di kantor desa. “Selain mempermudah masyrakat, juga ngirit ongkos,” katanya.

Sekdes Sukalayu Supraitono mengakui proses pembuatan akte kelahiran cukup memberatkan. “Jika masyarakat  diarahkan ke Disdukcapil,  pasti bayangan mereka jauh dan bakal tersesat. Sebaliknya kalau staf kami yang membantu, biaya mahal dan mereka curiga ada penarikan harga yang disesuaikan dengan ongkos,” katanya.

Terpisah Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Bogor  Wawan DM menerangkan, proses pembuatan Disdukcapil tidaklah rumit dan dilempar ke sana ke sini, asal  memberanikan diri mengurus sendiri. “Rumit dan sulit itu kan, kata orang, buktikan ngurus sendiri. Pasti mudah dan murah,” ucapnya.

Menurutnya bila masyarakat mengurus sendiri, bagi anak yang berumur di bawah  60 hari, tidak dkenakan biaya. “Bagi yang berumur di atas 60 hari, cuma dikenakan biaya Rp 75 .000,” terangnya seraya menyebutkan pihaknya tak mungkin membuka pelayanan akte di desa lantaran  terbatasnya personil dan peralatan.

 

Sumber : http://www.poskotanews.com/2014/01/05/bikin-akte-dinilai-mahal-warga-andalkan-surat-keterangan-lahir/