Dana BOS Kaltara Rp 72 Miliar

Januari 2014 Ditransfer ke Sekolah

TANJUNG SELOR – Transfer dana bantuan operasional sekolah (BOS) ke kabupaten/kota mulai tahun depan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kaltara. Dana BOS yang diperoleh Kaltara di 2014 sebesar Rp 72,981 miliar.

Dari jumlah dana BOS yang diperoleh tersebut, alokasi dana BOS untuk tingkat SD sebesar Rp 48,659 miliar dan tingkat SMP sebesar Rp 24,321 miliar.

Jumlah siswa riil penerima BOS tingkat SD menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga yang juga manajer BOS tingkat provinsi, Eko Harjianto, sebanyak 79.876 siswa.

“Tapi jumlah siswa sasaran (tingkat SD) sebanyak 83.896 siswa,” sebutnya. Sedangkan jumlah siswa riil penerima BOS tingkat SMP sebanyak 28.621 siswa dan jumlah siswa sasaran sebanyak 34.256 siswa. “Kalau ada (siswa, Red) yang belum terakomodir, kabupaten/kota bisa mengusulkan tambahan dan kami akan teruskan ke pusat,” jelasnya, saat ditemui media ini di kantornya, kemarin (23/12).

Untuk diketahui, besaran dana BOS 2014 tingkat SD sederajat sebesar Rp 580 ribu per siswa per tahun. Sedangkan untuk tingkat SMP sederajat sebesar Rp 710 ribu per siswa per tahun.

Mekanisme dan prosedur penyerahan BOS, seperti dibeberkan Eko, dilakukan melalui transfer dana kas negara ke rekening kas daerah provinsi. Setelah itu diteruskan ke rekening masing-masing sekolah penerima BOS. Untuk triwulan pertama akan dilakukan transfer pada Januari 2014. “Transfer dana BOS ke rekening sekolah selambat-lambatnya tujuh hari setelah dana BOS ditransfer ke kas daerah oleh Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Terkait penggunaannya, ia menekankan kepada pihak sekolah agar mengikuti petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana BOS. Ia juga mengingatkan agar sekolah wajib membuat laporan penggunaan dana BOS secara berjenjang dari manajer kabupaten ke manajer provinsi setiap triwulan.“Kami tim manajer BOS di provinsi akan memantau agar terhindar dari penyimpangan,” ujarnya.

“Kepala sekolah melalui manajer BOS kabupaten/kota juga harus membimbing dan memonitoring penggunaan dana agar sesuai juknis,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga siap proaktif memonitoring laporan agar kendala-kendala yang dihadapi pihak sekolah segera bisa diantisipasi dan dicari solusinya. Disamping itu manajer BOS kabupaten/kota pun diharapkannya dapat memberikan bimbingan teknis kepada pengelola dana BOS, terutama terkait pengisian laporan melalui aplikasi pelaporan keuangan dana BOS.

 

Sumber : http://www.radartarakan.co.id/index.php/kategori/detail/Utama/47837