Dana BOS Rohil di Pertanyakan

BAGANSIAPIAPI – Gonjang-ganjing dan hingar-bingar dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) baik di kalangan guru-guru sendiri di sekolah bersangkutan juga menjadi pembicaraan masyarakat khususnya wali murid. Diamana anak mereka sekolah Kamis (23/1)  beberapa orang wali murid menyebutkan ada sinyalemen dari kalangan guru bahwa dana BOS adalah dana BOS mereka di sekolah alias Kepala Sekolah.

“Dimana-mana soal dana BOS ini menjadi pembicaraan ,misalnya oknum Kasek begitu dana BOS di informasikan keluar maka lansung ke Bank,tak ada lagi ba-bi-bu melibatkan Komite Sekolah, hanya dengan bendahara lansung tancap gas mencairkan,” ucap Rusli (34) warga Bagansiapiapi mengaku bosan mendengarkan terjadinya perseteruan antara guru dengan kepala sekolah seperti yang terjadi di SDN 001 Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas baru-baru ini.

Masih menurut sumber media ini ketika dana BOS cair maka di aturlah berbagai keperluan dengan mencari kwitansi atau bukti pembelian sementara ketika akan memperikan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) maka mulai kasak-kusuk mencari bukti pengeluaran kemana-mana meminta bantuan tukang rental membuat LPJ dari sekolahnya.

“Ini bukan rahasia lagi karena dari waktu ke waktu caranya sama,” ucap Rusli dan mengaku membuat Kasek betah menjabat Kasek belasan dan puluhan tahun di desa terpencil karena ada ” Uang dingin” dan tak terpublikasi media masa.

Media ini sempat mengkonfirmasikan tentang dana BOS dari APBN Pusat ini kepada Inspektorat Kabupoaten Rohil untuk upaya pengawasan dan peningkatan di sector pendidikan, melalui Bagian Tata Usaha sekaligus Inspektur pemeriksa M.Syukur menyebutkan bahwa Inspektorat sudah pernah
memanggil dan memeriksa beberapa Kasek di Rohil untuk memintai LPJ.

“Benar sudah ada yang di datangi dan di periksa,ini memang sudah kita dengarkan keluhanya dimana-mana,” kata Syukur. Bahkan Dinas Pendidikan Rokan Hilir berkali-kali pula memberikan pembekalan dan arahan kepada seluruh Kepala Sekolah baik penerima dana BOS,Bantuan Siswa Miskin agar menjalankan amanah tersebut dengan baik dan menuruti ketentuan yang berlaku.

“Kami sering melakukan pemantauan dan sering memberikan arahan agar benar-benar tepat mempergunakan BOS agar tidak ada masalah di kemudian hari,” tegas Misnawati Kadis Diknas Rohil dan menambahkan masing-masing UPTD Bina Pengelola Sekolah di Kecamatan juga melakukan pengawasan terhadap Kasek agar BOS pelaksanaanya terarah tepat.

Beberapa orang pengurus Komite Sekolah di hubungi seputar dana BOS menyebutkan mereka tidak pernah di bawa,di libatkan musyawarah tentang dana BOS. “Setahun sekalipun tak pernah menanda tangani LPJ atau SPJ ,sehingga tidak, tahu menahu soal dana BOS, ketika ada pemberitaan oknum Kasek buang muka melihat saya,” ucap Akhmadian warga Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Ada oknum Kasek mengganti pengurus Komite Sekolah dengan orang baru yang anaknya tidak belajar di sekolah tersebut. “Ada yang duduk di komite sekolah mengaku titipan orang penting,tetapi anaknya tak ada bersekolah di sekolah tersebut,ini juga ada apanya,” ucap Sasli (43) warga Panipahan memberikan contoh di SDN 001 Panipahan yang kini tengah di landa kisruh antara Kasek dengan majelis guru sejak Akhir Tahun 2013 lalu.

Sumber:http://spiritriau.com/view/Pendidikan/1159/Dana-BOS-Rohil-di-Pertanyakan-.html#.Uu7-hs6l2Wc