Empat Doktor Mendaftar Calon Rektor Unsoed

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

PURWOKERTO — Proses pemilihan rektor Universitas Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Januari 2014 mendatang, diperkirakan akan diramaikan oleh empat orang calon. Hingga batas akhir waktu pendaftaran calon rektor periode 2014-2018, tercatat ada empat orang yang mendaftar.

Keempat calon tersebut, terdiri dari Prof Dr Mas Yedi Sumaryadi yang kini menjabat sebagai Rektor Unsoed menggantikan Prof Edy Yuwono PhD yang tersandung kasus dugaan korupsi, Prof Dr Imam Santosa yang kini menjabat sebagai Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, mantan Dekan Fakultas Ekonomi Dr Haryadi MS, dan Dekan Fakultas Pertanian Dr Achmad Iqbal MS.

Humas Unsoed Endang Istanti, menyebutkan pendaftaran calon rektor ini sudah ditutup sejak Jumat (29/11). ”Hingga masa pendaftaran ditutup, jumlah staf pengajar yang mendaftar adalah keempat calon tersebut,” katanya, Ahad (1/12).

Menurutnya, berdasarkan tahapan pemilihan yang sudah ditetapkan senat Unsoed, maka panitia akan mulai melakukan verifikasi berkas pendaftaran pada Senin (2/12). Selanjutnya, mereka yang lolos persyaratan administrasi akan ditetapkan sebagai bakal calon rektor pada Selasa (3/12).

Berdasarkan ketentuan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Senat Unsoed No 17/2013 tentang tata cara pemilihan rektor, maka keempat calon tersebut diperkirakan akan lolos sebagai bakal calon rektor. Dalam peraturan tersebut ditetapkan, bakal calon rektor harus memenuhi persyaratan merupakan PNS yang bekerja di Unsoed, berusia maksimal 60  saat berakhirnya masa jabatan kelak, tidak pernah dipidana dengan pidana kurungan, berpendidikan doktor (S3) dan menduduki jabatan  paling rendah Lektor Kepala. ”Berdasarkan seluruhnya persyaratan, sepertinya keempat calon itu memenuhi syarat,” kata Endang.

Setelah ditetapkan sebagai bakal calon rektor, selanjutnya mereka diwajibkan melakukan penyampaian visi-misi pada Rabu (18/12). Setelah itu, baru pada Kamis (19/12) dilakukan proses penyaringan untuk memilih tiga calon yang akan disertakan dalam proses pemilihan. Proses penyaringan ini dilakukan oleh anggota senat Unsoed yang berjumlah 45 orang. Dari proses tersebut, baru pada 14 Januari 2014 dilakukan pemilihan rektor yang juga diikuti oleh senat Unsoed.

Namun demikian, sekretaris pemilihan Rektor Unsoed Prof Dr Paulus Israwan, sebelumnya menyatakan bahwa dalam proses pemilihan ini, hak suara tidak hanya dimiliki 45 anggota senat Unsoed saja. Namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, juga memiliki suara sebesar 30 persen. ”Karena itu, ketika proses pemilihan berlangsung, maka Mendikbud atau pejabat yang memegang mandat Mendikbud harus hadir untuk memberikan suara,” jelasnya.

Terkait soal bursa calon rektor ini, staf pengajar Fakultas Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsoed, Prof Totok Agung PhD, sebelumnya dikabarkan akan ikut mencalonkan diri. Namun hingga masa pendaftaran ditutup, ternyata yang bersangkutan tidak mendaftar sebagai bakal calon.

Saat dikonfirmasi masalah ini, Prof Totok mengaku, sebelumnya memang berencana akan ikut mendaftar. Namun niatnya ini kemudian berubah, karena ada staf pengajar dari Fakultas Pertanian yang ikut mendaftar. Yakni, Dekan Fakultas Pertanian Dr Achmad Iqbal.

”Karena sudah ada kolega saya dari Fakultas Pertanian yang mendaftar, lebih baik saya memberi kesempatan pada beliau untuk mendaftar,” jelasnya. Menurutnya, keputusan ini diambil agar situasi di Fakultas Pertanian bisa tetap kondusif.

Sekretaris Pemilihan Prof Dr Paulus Israwan, sebelumnya menyebutkan pemilihan Rektor Unsoed ini dilaksanakan bukan karena pejabat rektor periode 2010-2014 tersandung  persoalan hukum. Tapi karena masa kepemimpinan jajaran rektorat periode tersebut, akan habis pada tahun 2014.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/12/01/mx3zkz-empat-doktor-mendaftar-calon-rektor-unsoed