Empat Sekolah Kelebihan Dana BOS

ilustrasi (JIBI/dok)

SOLO--Sebanyak empat sekolah menengah atas (SMA) di Solo diketahui kelebihan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan oleh Direktorat Pembinaan Sma Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sisa dana total senilai Rp294 juta tersebut telah dikembalikan oleh sekolah masing-masing melalui pengiriman via kantor pos.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Unggul Sudarmo, mengatakan kelebihan dana tersebut lantaran adanya kesalahan pengetikan rekap total siswa.

Keempat sekolah tersebut yakni SMA 17 Solo senilai Rp188,5 juta atau 377 siswa, SMA Widya Bakti senilai Rp53 juta atau 106 siswa, SMA Al Islam 3 senilai Rp6 juta atau 12 siswa, serta SMA Tunas Pembangunan 1 senilai Rp46,5 juta atau 93 siswa.

“Sebelumnya dana sudah masuk ke rekening sekolah pada Agustus dan September lalu. Kemudian kami mengecek penyaluran dana dan ternyata ada kelebihan dana yang harus dikembalikan sekolah. Sampai saat ini dana sudah dikembalikan semua ke pusat,” jelasnya saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Senin (11/11/2013).

Unggul menambahkan pengembalian kelebihan dana tersebut telah dicek secara langsung oleh staf dari Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud pada pekan lalu. Pengecekan tersebut untuk melihat bukti pengiriman kembali kelebihan dana tersebut. Setelah dicek, ternyata dana telah dikembalikan mulai 24 September sampai 10 Oktober lalu.

“Total dana BOS dari APBN tahun ini mencapai Rp2 miliar lebih, setelah cair ada pengawasan dari  Disdikpora dan Kemendikbud agar kelebihan dana segera dikembalikan,” imbuhnya.

Sementara itu pihaknya juga masih dalam proses pendataan sekolah yang menerima dana kurang dari jumlah siswa yang diajukan. Menurutnya, sampai saat ini sudah ada beberapa sekolah yang melaporkan kekurangan dana BOS yang tidak sesuai dengan jumlah siswa yang diajukan. Beberapa sekolah tersebut yakni SMA Santo Yosef kurang Rp Rp21 juta atau 42 siswa, SMA Tripusaka kurang Rp3,5 juta atau tujuh siswa, SMAN 5 Solo kurang Rp17,5 juta atau 35 siswa, SMA Batik 2 kurang Rp3,5 juta atau tujuh siswa, SMA Murni Rp34 juta atau 68 siswa, serta SMAN 6 kurang Rp4 juta atau delapan siswa.

“Kekurangan ini segera kami usulkan ke pusat supaya bisa ditambah sesuai dengan jumlah siswa yang diajukan. Masih banyak sekolah yang belum melapor, sehingga kami mengimbau kepada sekolah yang merasa dana BOS tidak sesuai segera melapor,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMA Batik 2 Solo, Suwarto, mengatakan dana BOS dari pemerintah pusat sudah cair pada Oktober lalu. Namun, masih ada kekurangan dana yang tidak sesuai dengan jumlah siswa yang diajukan.

Menurutnya, pengiriman data pengajuan BOS langsung dikirim ke pusat secara online melalui internet. “Belum sesuai dengan jumlah, tapi sudah kami laporkan ke Disdikpora. Sebelumnya sudah dihitung-hitung tapi ternyata masih ada kekurangan,” jelasnya saat dihubungi solopos.com.

Sebagai informasi besaran dana BOS SMA yang diterima oleh siswa pada tahun ajaran 2013/2014 senilai Rp1 juta setahun. Pada pencairan semester Juli-Agustus ini masing-masing siswa menerima Rp500.000. Penyaluran BOS langsung dikirim ke rekening masing-masing sekolah. Sedangkan pemanfaatan BOS digunakan untuk mendukung operasional sekolah.
Sumber: http://www.soloposfm.com/2013/11/bantuan-pendidikan-empat-sekolah-kelebihan-dana-bos/