“Guru Masa Kini Harus SEHAT untuk Kalahkan AIDS”

Guru saat sedang berdemo meminta tunjangan beberapa waktu lalu. (Foto: Heru Haryono/Okezone) Guru saat sedang berdemo meminta tunjangan beberapa waktu lalu. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Guru memiliki peran yang penting bagi suatu bangsa. Sebab, guru di sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan pembelajaran yang memegang peranan penting guna mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas.

Demikian disampaikan Guru Besar bidang evaluasi dan penelitian pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Maman Racman saat melaksanakan Professors Go to School di SMA 7 Semarang. Dia menyebut, pada kenyataannya, siswa belum terbiasa diajak mengeksplorasi dan mengelaborasi sumber-sumber pengetahuan di sekitar.

“Peserta didik hanya diminta menjadi pendengar yang baik. Mereka tidak didorong mengembangkan kemampuan berpikir dan hanya diarahkan untuk menghafal informasi, menimbun berbagai informasi tanpa menghubungkan dengan kehidupan,” ujar Maman, seperti dikutip dari laman Unnes, Selasa (26/11/2013).

Menurut Maman, program “Professors Go to School” yang digagas Unnes merupakan bagian dari upaya nyata peningkatan kualitas pendidikan. “Karena di era ini sangat dituntut adanya sumber daya manusia (SDM) yang sangat memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sesuai standar mutu pendidikan nasional dan internasional,” jelasnya.

Tantangan lain yang dihadapi guru, kata Maman, adalah format laporan akademik siswa. Pada Kurikulum 2013, rapor harus memuat deskripsi kompetensi siswa. Deskripsi diharapkan jadi masukan bagi siswa dan orangtua agar proses belajar terus ditingkatkan.

Sementara terkait perubahan kurikulum, Maman menganggapnya sebagai perkara yang wajar dan jamak ditemui di setiap negara. Karena sebagai pedoman penyelenggara pendidikan dalam lingkup nasional, kurikulum harus senantiasa disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan masyarakat.

“Kita tentu harus mendukung niat positif pemerintah sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Orientasi pendidikan bukan hanya pada pengembangan SDM tetapi juga pada pengembangan kapabilitas manusia,” tutur pria kelahiran 9 Juni 1948 itu.

Di samping itu, lanjutnya, guru masa kini harus “SEHAT” yakni supel, empati, hangat, akrab, dan tersenyum. “Itu untuk mengalahkan penyakit ‘AIDS’, yaitu angkuh, irit ngomong, dingin, dan sombong,” kelakarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA 7 Semarang S Panca Mulyadi mengaku, implementasi Kurikulum 2013 telah menumbuhkan perilaku positif di sekolah itu. “Siswa menikmati suasana kreatif dan merasa mendapat dorongan untuk berpikir. Siswa juga merasa mendapat ruang yang cukup untuk menyatakan pendapat,” papar Panca.

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2013/11/25/560/902547/guru-masa-kini-harus-sehat-untuk-kalahkan-aids