Kemenag Jember Coret 27 Madrasah Diniyah Penerima BOS

Kantor Kemenag Jember (Foto - Jaringnews/Arif Purba)

Kantor Kemenag Jember

Pencoretan 27 Madin itu disebabkan lembaga pendidikan tersebut dinilai tidak layak untuk menjalankan pendidikan diniyah.

JEMBER, Jaringnews.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya mencoret 27 lembaga Madin (Madrasah Diniyah) sebagai penerima BOS (Bantuan Operasional Sekolah) reguler dari pemerintah pusat.

Kepala Seksie Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesanten Kemenag Jember, HM Muslih, mengatakan, pencoretan 27 MadinĀ  itu disebabkan lembaga pendidikan tersebut dinilai tidak layak untuk menjalankan pendidikan diniyah.

“Setelah kami telusuri, ternyata ada 27 Madin yang kami nilai tak lagi layak menjalankan pendidikan diniyah. Makanya, untuk tahun anggaran 2014 nanti, ke-27 lembaga Madin itu tak kami usulkan sebagai penerima BOS reguler. Kami coret,” jelas HM Muslih, Jumat (20/12).

Menurut Muslih, tindakan tegas itu untuk membantu lembaga Madin lainnya yang benar-benar melaksanakan program pendidikan secara profesional. “Ke-27 lembaga Madin itu dikelola oleh 27 pesantren di Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata Muslih, 27 pesantren tadi mendapatkan alokasi BOS reguler dari pemerintah pusat mirip sekolah madrasah negeri. Namun, untuk tahun anggaran 2014 mendatang, kucuran BOS itu dihentikan. Muslih menilai pemberian dana BOS kepada 27 Madin itu sebagai perbuatan mubazir dan pemborosan.

Muslih, mengatakan, pembagian bantuan di pendidikan diniyah terbagi menjadi beberapa macam. Ada bantuan BOS reguler yang itu diperuntukkan kepada Pesantren dimana para santri bermukim didalam pesantren penyelenggara pendidikan diniyah.

Sedang untuk Madrasah Diniyah mandiri diberikan bantuan berupa BOSDA dari Pemprov Jatim. Saat ini, menurut Muslih, terdapat 27 pesantren yang dicoret dari daftar penerima bantuan BOS reguler, karena tidak ada santri yang bermukim lagi.

Dari 27 ponpes itu, Muslih menjelaskan, yang menyelenggarakan pendidikan Diniyah dasar atau tingkat pemula terdapat 1 pesantren, dan untuk penyelenggara pendidikan diniyah tingkat lanjut atau tingkat Wustha, terdapat 26 pesantren yang yang terpaksa dicoretnya dari daftar penerima bantuan.

 

Sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/53397/kemenag-jember-coret-madrasah-diniyah-sebagai-penerima-bos