Wow, Sandal Sehat Mahasiswa IPB dari Biji Pohon

Logo IPB
Logo IPB

 

 

JAKARTA – Secara umum, biji yang terdapat dari buah-buahan biasanya dibuang ketika daging buah tersebut sudah habis. Ada juga yang direbus untuk dimakan. Tapi, bagaimana jika biji dari pohon tersebut dibuat menjadi sandal kesehatan?

Jika kamu jarang berolahraga karena kesibukan seperti bekerja, kuliah atau memang benar-benar malas bergerak untuk berolahraga, kamu harus mencoba “Sansekert” alias Sandal Kesehatan Keren dan Praktis ala mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terbuat dari biji saga pohon.

Sandal kesehatan tersebut dari beragam disiplin ilmu ini merupakan sandal refleksi yang didisain secara unik, karena tonjolan titik-titik refleksinya yang memanfaatkan biji buah saga. Uniknya lagi, alas sandal ini pun dapat dibongkar pasang dan didisain menyerupai bentuk perahu.

Sandal kesehatan tersebut dibuat oleh Moh. Miftachur Rizqi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB), Aulia Rakhman dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian (Faperta), Sarah Restu Samudro dari Departemen Arsitektur Lanskap Faperta, serta Nurul Latifah dan Bagaskoro Tri P dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Merekalah yang menggagas biji saga pohon untuk dijadikan bahan sandal Sansekert tersebut.

Biji saga pohon tersebut merupakan biji tanaman tropis dan hampir ditemukan di semua pulau di Indonesia. Balai Informasi Pertanian menyebutkan, saga pohon di Indonesia belum banyak dimanfaatkan atau pun dibudidayakan secara komersial. Di sisi lain, saga pohon sangat cepat dalam memproduksi biji.

Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) Moh. Miftachur Rizqi mengatakan, karakteristik biji saga yang keras dan kuat merupakan salah satu alasan dalam pemanfaatan biji buah saga menjadi bahan untuk tonjolan titik-titik refleksi pada sandal Sansekert. Sementara, bentuk alas sandal yang menyerupai perahu dimaksudkan agar lebih menekan biji buah saga ke telapak kaki.

“Tonjolan titik-titik refleksi dari biji buah saga akan terasa pada telapak kaki ketika alasnya dipasang. Karena ketika sandal dipakai dengan mengayunkan badan ke depan dan ke belakang, maka sandal akan memberikan tekanan ke telapak kaki,” ujarnya seperti siaran pers yang diterima Okezone, Senin (2/12/2013).

Lebih lanjut, sandal ini tidak hanya dapat memberikan manfaat kesehatan saja, tapi juga dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti berangkat ke kantor dan berkumpul dengan orang-orang terdekat. Sebab, ketika alas sandal ini dilepas, bagian permukaan sandal yang timbul pada titik-titik refleksi tidak terasa sakit.

“Dengan disain alas sandal yang dapat dibongkar pasang, menjadikan sandal ini lebih praktis dibawa ke mana-mana,” ucapnya.

Sandal Sansekert sangat cocok untuk seseorang dengan tingkat kesibukan tinggi. Mereka dapat melakukan berbagai pekerjaan di satu tempat, sekaligus dapat berolahraga. Jadi, adanya sandal Sansekert ini, dapat meningkatkan kinerja para pekerja dengan tetap menjaga kesehatan.

Hasil karya penciptaan atau rancangan Rizqi dan tim merupakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Mereka menggabungkan fungsi sandal kesehatan dan wedges menjadi satu unit sandal kesehatan yang modis.

Invensi ini terdiri dari dua model, yaitu model A dan model B. Invensi model A disesuaikan untuk gaya pria yang sportif. Sedangkan invensi model B dihasilkan untuk memenuhi keinginan wanita yang lebih feminin. Invensi dibuat dengan menggunakan bahan baku kulit asli yang bertujuan supaya invensi tidak mudah rusak, serta meningkatkan harga jual.

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2013/11/29/372/905006/wow-sandal-sehat-mahasiswa-ipb-dari-biji-pohon